Posted in book, Uncategorized

Chocolate

chocolate.jpg

Kini aku mengerti, walau mungkin sudah terlambat.

Aku mengerti bahwasanya cinta itu bebas, maka sepantasnya aku menjadikannya pembebas

Aku mengerti bahwasanya cinta itu kuat, maka sepantasnya aku menjadikannya penguat

Aku mengerti bahwasanya cinta itu lekat, maka sepantasnya aku menjadikannya perekat

Cinta bukanlah dunia yang monoton…

Dimana aku harus menyukai music rock yang selalu kau dengarkan dipagi hari

Cinta itu berwarnanya aneka, tak harus sama

Seperti engkau yang memilih pekat dan pahitnya kopi, sedangkan aku memilih kental dan manisnya coklat

Bukankah menyenangkan, kita yang berkembang ketika saling melihat dunia yang berbeda ?

Ibarat kehidupan, tak selalu pekat dan pahit seperti halnya kopi yang engkau minum setiap pagi. Kehidupan jua tak Serta-merta kental dan manis seperti halnya coklat yang aku minum menjelang tidur.

Sayang, Cinta adalah kita…

Cinta adalah kita yang bersenang pada cipratan noda yang berbeda.

 

 

Ketika Sama menjadi beda

Dan memilih menjadi pembeda

Lalu adakah daya kita

Ketika terhakimi oleh Dia

Dia yang angkuh membawa buku tebal

Dia yang Congkak mengacuh seakan bebal

 

Advertisements

Author:

A wanderer, who wonder about all the things xD write my knowledge into this lovely page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s