Posted in Uncategorized

Random Word

cemra

Lembut aku terhanyut

Bersama sayup rindang dan hujan yang kuyup

Terdiam pada tegun dan tergoda

Serpih bayang menetes bagai pekat lekat noda

 

Lelah, penuh kesah

Ingin berbagi namun pada entah

Ingin teriak namun belantah

Maka aku gila, memecah tanpa arah

Lalu mendesah pada desir-desir patah

 

Seruanku memanggilmu

Menembus lebat badai dan gelegar petir

Sempatkanlah mendengar bisik

Dimana pada perih ia membunyi lirih

Lalu temukan aku

Pada pojokan retorika ringkuk

Dibalik akar cemara bungkuk

Advertisements

Author:

A wanderer, who wonder about all the things xD write my knowledge into this lovely page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s